Rabu, 26 November 2008

"Tidak Apa-Apa, Kan Masih Ada Hari Esok"

"Tidak Apa-Apa, Kan Masih Ada Hari Esok"


Cerita ini cukup bagus untuk diambil maknanya, terutama untuk

kita yang selalu sibuk bekerja dan belajar.


Sebagai permintaan maaf kepada seorang sahabat yang lama

tidak pernah saya sapa, seorang sahabat yang lama sekali tidak saya dengar

suara dan kabarnya, sahabat yang dimasa lalu mungkin pernah saya sakiti,

maka saya kirimkan tulisan ini


Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang

bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu

mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik

dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia

menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak

apa-apa, besok kan bisa."


Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya.

Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu

wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua

sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun

dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf

dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan

bisa."



Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun

dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling

tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik

yang lain.


Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama,

main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang

paling baik.



Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang

cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya.

Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.


Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu

berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu

mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar..

Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon

teman-temannya.


Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam

membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk

istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari

pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu

mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.Tentu, kadang-kadang

dia merasa bersalah dan sangat ingin

punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia

tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok

akan mengatakannya.


." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun

anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya.

Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan

waktu

mereka dengan ayahnya.Suatu hari, kemalangan datang

ketika istrinya tewas dalam kecelakaan,

istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia

sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia

baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku

cintakamu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya

dan

mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya.

Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi

dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya

masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa

lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.


Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.

Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya,

"Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.





Makna dari Cerita ini :


Waktu itu nggak pernah berhenti.

Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata

telah maju terlalu jauh.


Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!


Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk

meneleponnya segera.


Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa

kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu

sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan

memberitahu

dia, hari ini tidak pernah akan datang.


Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi

begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.


Created Posting By : Edy Sofyan

Give Me Your Comment In My Blogger

0 tanggapan:

Google Engine

The Weather

Polling Site